Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sempat Dihi na Karena Anak Tukang Bubur, Kini Ga gah Berseragam, Momen Perjuangan yang Lu ar Bia sa

Konten [Tutup]

    Perjalanan panjang menebus impian memang tak mudah. Ada rintangan hingga cacian yang bisa mematahkan perjuangan. (foto cover: ilustrasi. Sumber)

    Semua hal itu seolah dirasakan pria bernama Abdullah Zaini. Menjadi anak tukang bubur, ia pernah mendapatkan hinaan, tak bakal ia sukses menjadi polisi.

    Namun, hinaan itu justru menjadi bara api penyemangatnya. Ia lolos dan kini gagah berseragam polisi. Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

    Anak Tukang Bubur

    Akun Instagram masszayn membagikan pengalaman pilu sekaligus haru di dalam hidupnya. Tak pernah terbayang di benaknya, kini ia mampu meraih impiannya menjadi seorang polisi.

    Abdullah Zaini merupakan anak dari seorang tukang bubur. Kendati demikian, ia mampu membuktikan, latar belakang ekonomi keluarga bukan menjadi penghalang.

    Disebut Tak Bakal Menjadi Polisi

    Menjadi anak tukang bubur sempat membuatnya mendapatkan hinaan. Ia disebut tak bakal mampu meraih asa menjadi seorang polisi.

    “Dahulu pernah mendengar ejekan dari seseorang yang saya kenal bahwa anak tukang bubur tidak bisa menjadi polisi,” tulisnya dalam video yang dibagikan kembali oleh akun Instagram @police.update.

    Ejekan jadi Motivasi

    Abdullah Zaini tak bergeming. Ia terus melanjutkan perjuangan. Hinaan itu justru dibakarnya menjadi semangat yang tak pernah padam.

    “Tetapi karena kata-kata itu saya termotivasi untuk bekerja keras dan berusaha,” sambungnya.

    Tiada perjuangan yang mengkhianati proses. Abdullah lantas lolos seleksi menjadi polisi. Menurutnya, hal ini kian membuktikan jika semua orang mampu menggapai asanya masing-masing.

    “Syukurlah Alhamdulillah berkat kerja keras dan usaha, saya bisa membuktikan bahwa semua orang bisa untuk bergabung di Kepolisian RI,” lanjutnya. (sumber: merdeka.com)

    Jadikanlah sebagai motivasi

    Kamu boleh dihina sekarang. Dan kamu boleh sakit hati. Namun jadikan itu sebagai pemicu semangatmu. Untuk membuktikan kepada mereka yang pernah meremehkanmu, bahwa kamu sama kuatnya dan akan lebih berhasil dari mereka.

    Sakit hati ketika dibully itu pasti, tapi ikhlaskan hati untuk menjalani. Ada imbalan tersendiri dari ketabahanmu.

    “Bodo amat si lu!”

    “Eh, jangan deket-deket! Najis gue deket sama lu,”

    Bayangkan saja bagaimana sakitnya saat ada orang yang ngomong seperti itu kepadamu. Rasanya jelas bikin sakit hati dan perih. Yang bikin kesel lagi, ketika kamu ngelawan dan bales hinaannya, kamu akan kena bully yang lebih hebat lagi. Kalo udah gitu kamu bisa apa?

    Ini memang terasa berat, tapi kamu perlu ikhlas dalam menerimanya. Daripada marah-marah dan bikin ulah, malah kamu akan bully yang lebih gila lagi. Tenang saja, biasanya jika kamu malah sabar, mereka akan mundur dengan sendirinya kok. Kalaupun mereka gak mundur, kesabaranmu akan berbuah kok nantinya. Yah, emang gak langsung sekarang sih. Tapi bukankah ada pepatah, Orang sayang disayang Tuhan. Yakin, Tuhan akan memberikan imbalan.

    Mereka yang menghinamu tak selalu lebih baik darimu. Bisa saja mereka hanya iri dengan apa yang kamu miliki.

    “Hahahahahaha Bajumu norak banget, sih,”

    “Lah, pantes kan. Norak kayak orangnya. Hahahaha,”

    Kamu pernah dapet hinaan yang seperti itu? Hinaan yang isinya mengomentari apa yang kamu lakukan, apa yang kamu kenakan, dan apa yang kamu bicarakan? Jika pernah gimana rasanya? Sakit kan, ya. Tapi jangan biarkan rasa sakit tersebut membuatmu larut berlama-lama.

    Kamu harus tetap positif dalam menghadapi hinaan yang diberikan oleh mereka. Cara gampangnya, anggap aja mereka iri dengan apa yang kamu miliki. Hinaan bukan cuman berarti kamu jelek dan tak layak untuk dikagumi. Bisa jadi malah karena kamu berbeda dan spesial sehingga mereka iri dengan keadaanmu. Itulah kenapa kamu gak perlu sampai memasukkan ke hati hinaan yang kamu terima.

    Setidaknya dengan mereka menghinamu, artinya mereka juga memperhatikanmu. Apapun itu, ambil sisi positif dari setiap hinaan yang ditujukan kepadamu.

    Meski kamu dibully, dihina, dan dicerca dengan gencar oleh mereka-mereka yang membencimu, kamu gak perlu takut apalagi sampai depresi. Cukup tabah dan lihat segalanya dari sisi positifnya. Hinaan yang mereka lancarkan padamu adalah buah observasi yang mereka lakukan tiap hari. Jadi ya anggap aja mereka mereka perhatian kepadamu.

    Jangan khawatir juga ketika mereka terus menghujanimu dengan cacian. Itung-itung kamu memberikan mereka kerjaan buat mikir tiap harinya. Lagian dengan mendapat hinaan dari mereka, kamu bisa dapet transferan pahalan jika kamu mau sabar dan tabah saat menghadapinya.

    Pada akhirnya, orangtua memang yang selalu mengerti. Bercerita kepada mereka tentang hal yang kamu risaukan bisa jadi solusi.

    Bahkan dalam tiap kesabaran dan ketabahan yang kamu jalani, kamu pasti masih merasa sakit hati setelah dibully. Di luar sana bisa saja kamu tampak biasa dan tanpa beban, tapi dalam hati orang tak ada yang tau, kan? Mungkin pada suatu titik kamu akan merasa tertekan atas segala hinaan. Kesal, marah dan sakit hati pasti menghampiri.

    Namun kamu tak perlu terlalu khawatir. Ada orangtua yang selalu setia mendengar, menasehati, dan mendampingi. Kamu bisa cerita segala keluh kesah yang kamu rasa. Orangtua akan selalu berusaha membantu dan memberi saran. Bahkan saat satu dunia menghinamu, Ayah dan Ibu akan tetap berusaha mendukung dan menguatkanmu. Mereka akan selalu menjadi pendukungmu nomor satu. (sumber: hipwee)



    from Berbagi Inspirasi https://ift.tt/2XAyYXG
    via IFTTT
    Advertisement
    Advertisement
    Advertisement
    Advertisement
    Advertisement